Macau masih menjadi destinasi
wisata favorit bagi banyak orang Indonesia. Biasanya pergi ke Macau ditempuh
dengan naik ferry dari Hongkong. Namun, bila langsung terbang ke Macau juga
bisa dan justru lebih menghemat biaya perjalanan karena tidak bolak-balik naik
ferry dari dan ke Hongkong.
Penerbangan diwalai dengan Air
Asia ke Macau, seperti biasa transit di KLIA 2, basis dari maskapai besar
tersebut. Ini pengalaman pertamaku tidur di KLIA 2. Memang lebih nyaman tidur di
Changi sih yang memang pantas jadi bandara terbaik. Tidur di KLIA 2 ini
susah-susah gampang, kita harus mencari tempat duduk sofa yang bisa diselonjori
(biasanya di area food court) tapi tempat ini sering jadi tempat rebutan jadi
sulit dapatnya. Selain itu ya tiduran di kursi tunggu atau bahkan banyak yang
di lantai juga karena merasa lebih nyaman. Bandara besar tersebut berubah jadi
seperti area camping setiap malamnya. Subuh-subuh kami menuju ke waiting room
untuk melanjutkan penerbangan ke Macau selama 5 jam. Jangan lupa tidur
sebanyak-banyaknya di pesawat supaya waktu turun tidak jetlag dan langsung bisa
lanjut jalan-jalan.
Tiba di Macau pagi hari sekitar
jam 10 pagi, bandara Macau bukanlah bandara besar seperti Hongkong dan
Guangzhou, tidak jauh kami bejalan sudah keluar ke area kedatangan. Di area
kedatangan, kami berjalan menuju ke area parkiran shuttle bus (dari area
kedatangan belok kanan beberapa meter) dimana bus-bus gratis dari hotel-hotel
bintang lima sudah siap mengangkut tamu-tamu yang datang. Tenang saja, mereka
tidak akan menanyakan apakah kita tidur disana atau tidak, jadi semua shuttle
bus di Macau GRATIS BAGI SIAPA SAJA. Tujuan kami adalah Venetian, tempat nomor
1 yang paling terkenal di Macau.
Hanya beberapa menit saja kami
sudah tiba di Venetian, saya tidak menginap disini ya, maklum budget traveler.
Di Venetian, kami masuk ke lobi yang mewahnya bukan main, kemanapun mata
memandang semua bernuansa klasik dengan warna emas yang megah. Kami cepat-cepat
membersihkan muka yang masih kucel habis penerbangan panjang, retouch make up
dan ganti baju di toilet. Koper bisa dititipkan ke concierge hotel yang memang
open untuk semua orang hanya dengan membayar sekitar 30ribu saja. Rencana kami
memang titip koper disini, bertemu adikku di Venetian (dia datang dengan kereta
dari Guangzhou), jalan-jalan sampai siang, ambil koper dan berangkat ke hotel
yang berada di wilayah utara Macau.
Macau memang terbagi menjadi 2
wilayah, kalau dilihat di peta ada wilayah atas dan bawah yang dihubun. Wilayah
atas (Macau Peninsula) itu adalah pemukiman penduduk, area hotel yang notabene
lebih murah, yang mahal tetap ada tapi tidak semewah yang di bawah serta sisi
historical Macau. Sementara wilayah bawah sebenarnya ada 2 pulau yaitu Taipa
dan Coloane yang sekarang sudah menjadi satu karena dihubungkan oleh Cotai
(area reklamasi) dan ditata menjadi sangat rapi dan sepi karena isinya hotel,
mall, dan casino yang mewahnya luar biasa. Uniknya lagi, Macau sebagai Negara
kecil punya mata uang sendiri tapi tenang saja kamu tidak harus tukar uang
Macau karena disana berlaku 1 MOP (Macau) = 1 HKD (Hongkong) = 1 RMB (China).
Kalau diurutkan dari nilai terendah adalah MOP (IDR 1.500), HKD (IDR 1.700),
RMB (IDR 2.000). Jadi paling rugi sebenarnya kalau kamu bayar pakai RMB di
Macau. Saranku adalah pakai HKD saja kalau memang hanya sebentar di Macau atau
ambil uang lewat ATM di Macau secukupnya, selebihnya baru menggunakan HKD.
Jangan ambil berlebihan karena MOP tidak berlaku di luar Macau. Mau tukar dari
Indonesia juga tidak ada yang jual. Menghapal nama jalan di Macau juga setengah
mati karena panjangnya bukan main dan berasal dari bahasa Portugal.
Setelah puas foto-foto di
Venetian, terutama di spot yang disetting seperti di Itali, kami jalan-jalan di
mallnya mengincar Portuguese egg tart yang paling terkenal di Macau, mencoba 2
macam yang berbeda merek. Memang enak banget ini makanan, crunchy di luar
lembut di tengah, perpaduan dari manis dan gurih. Jangan lupa melewati casino
disini tapi tidak boleh foto-foto ya, aku sempat mengambil foto sekali dan
langsung didatangi petugas keamanan di casino dan diminta untuk menghapus foto
yang baru kuambil.
![]() |
| Shuttle Bus Gratis Milik Casino |
Di Galaxy kami
melihat-lihat sebentar dan foto-foto dengan Giant Crystals berwarna-warni di lobby,
lalu kembali lagi ke Venetian untuk mengambil barang.
Dari Venetian kami naik taxi ke
hotel Best Western Sun Sun, tempat kami menginap yang berada di wilayah Macau
Peninsula. Kami menyebrangi jembatan yang menghubungkan Taipa dan Macau
Peninsula, keren pemandangannya. Terlihat perbedaan dari area kemewahan menuju
ke area pemukiman yang mulai terlihat padat dan sedikit kumuh di beberapa area.
Di Macau Peninsula ini juga ada beberapa hotel mewah yang pantas dikunjungi
seperti Wynn, MGM, dan Sofitel. Kalau mau lebih berhemat, bisa naik shuttle
dari airport atau Galaxy (shuttle disana lebih lengkap dibanding Venetian) ke
Sofitel baru jalan kaki ke Best Western Sun Sun. Tapi karena mengajak Mama jadinya
kami memilih naik taxi langsung ke hotel.
Hotelnya lumayan dan tidak terlalu mahal (sekitar 900 ribu), lokasi bagus, dekat juga dengan Senado square, bisa jalan kaki kesana. Kamarnya cukup besar, untuk 2 single bed bisa ditiduri 3 orang, jauh lebih luas daripada Hongkong. Sebenarnya banyak guest house juga kalau mau lebih murah tapi agak ragu karena baca-baca reviewnya kok kurang cocok. Istirahat dan mandi-mandi dulu (dari kemarin belum mandi loh kan flightnya nyambung terus), lanjutlah kami ke Senado Square.
![]() |
| Best Western Sun-Sun Macau |
Jalan menuju Senado
Square melalui jalan kecil yang mirip gang dan jalannya agak menanjak, tidak
lama kami sampai di Senado Square, sayangnya pohon natal raksasa disana sudah
diturunkan karena Natal sudah lewat.
Tertarik dengan Civic and
Municipal Affairs Bureau yang ada di seberang Senado Square, kami masuk kesana
dan di dalamnya unik karena interiornya menggunakan lantai batu dan jalan ke
belakang masih ada dekorasi Natal yang cantik banget, jadilah foto-foto disana
sampai puas, kebetulan pakai coat merah cocok banget dengan tema Natal.
Kembali ke Senado Square,
tempatnya memang ramai dan nyaman banget untuk jalan kaki, suasana yang sejuk
bikin tambah romantis. Menyusuri jalan setapak ke Ruins of St. Paul’s, banyak
godaan makanan di kanan dan kiri, kebanyakan jual cemilan dan oleh-oleh makanan
khas Macau. Dendeng babi dan kue-kue kering banyak dan boleh dicoba-coba
sepuasnya. Jalan bolak balik sudah bikin kenyang, lumayan menghemat uang makan,
malamnya bisa makan sedikit aja.
Sampai di Ruins of St. Paul’s
kami foto-foto sebentar dan shopping sedikit di Forever 21 yang letaknya persis
di depan reruntuhan gereja tersebut. Arsitektur tokonya masih terasa banget
kesan Portugisnya dan bikin jatuh cinta
seketika.
Hari mulai gelap dan aku
memutuskan untuk mencari makan di Tai Lei Loi Kei, interiornya unik banget
karena seperti di dalam kastil berbatu, restorannya kecil dan menjual hanya
beberapa macam makanan. Kami memutuskan untuk mencoba sandwich yang menjadi
makanan khas Portugis. Orang bilang sih enak, tapi menurutku biasa saja.
Maklum, lidah Indonesia sudah biasa termanja dengan bumbu-bumbu yang sedap.
Setelah makan, lanjut ke mall dan
casino yang ada free shownya yaitu Wynn dan MGM. Di Wynn ada Water Fountain
Show di depan casino megah tersebut dan jangan lupa menonton Fortune Dragon
Show di dalam gedung Wynn, dekat dengan casinonya.
Puas melihat-lihat show, kami
kembali ke hotel menggunakan taxi karena sudah lelah dan bersiap-siap untuk
melanjutkan perjalanan ke Negara lain keesokan harinya. Cukup puas bisa
jalan-jalan seharian di Macau. Kami hanya mengeluarkan sedikit biaya makan dan
transport serta hotel, sisanya gratis semua. Macau adalah Negara tujuan yang
unik karena menawarkan kemewahan sekaligus sisi historical yang masih kental. Jalan-jalan Hemat Sehari di Macau tapi cukup puas.















Comments
Post a Comment